Powered by Blogger.
security yang jaga dari shelter,..
RSS
Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Monorail Sebagai Salah Satu Upaya Pemecahan Permasalahan Transportasi Perkotaan

Dear all,

Kali ini saya ingin sedikit share tentang beberapa petanyaan yang mungkin masih sering kita dengar, apakah monorail bisa menjawab permasalahan transportasi di perkotaan ?? 
Sebagaimana judul yang ane cantumin di atas bahwa monorail merupakan salah satu upaya  dalam pemecahan permasalahan transportasi di perkotaan bukan berarti monorail merupakan satu-satunya solusi pemecahan masalah transportasi yang sering terjadi di ruas jalan perkotaan. Ini mungkin harus digarisbawahi, sebab sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Prof.Dr.Ir.Ofyar Z.Tamin, M.Sc. dalam perkuliahan di kampus Teknik Sipil ITB bahwa tidak ada solusi tunggal dalam permasalahan transportasi di perkotaan, seperti yang terjadi di Kota Bandung. Ane juga masih ingat gan kata-kata beliau dengan nada nya yang khas, "There is No One Single Solution!" hehe :D. Ini berarti kita tidak bisa mengatakan bahwa Monorail akan dapat menuntaskan permasalahan transportasi yang tejadi di perkotaan, tapi memang monorail dapat memberi pengaruh terhadap kinerja yang ada di beberapa ruas jalan perkotaan. 

Sebelumnya mungkin ada baiknya kalau kita sedikit menjelaskan tentang seperti apa idealnya sebuah jalan  dikatakan sebagai jalan perkotaan. Jalan di atau dekat pusat perkotaan yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 100.000 jiwa selalu digolongkan ke dalam segmen jalan perkotaan/semi perkotaan. Begitu juga dengan jalan di daerah perkotaan dengan jumlah penduduk kurang dari 100.000 jiwa dan memiliki perkembangan samping jalan yang permanen serta menerus, digolongkan ke dalam kelompok ini. Indikasi lebih lanjut tentang segmen jalan perkotaan/semi perkotaan yaitu karakteristik arus lalu lintas puncak pada pagi atau sore hari, secara umum lebih tinggi dan terdapat perubahan komposisi lalu lintas (dengan persentase kendaraan pribadi dan sepeda motor yang lebih tinggi, dan persentase truk berat yang lebih rendah dalam arus lalu lintas).

Dengan acuan di atas, kita dapat mengkategorikan apakah ruas jalan yang ditinjau termasuk ke dalam segmen jalan perkotaan atau tidak. Ini artinya perlu identifikasi terlebih dahulu sebelum menuju ke tahap selanjutnya. Terlebih lagi kita juga harus mengatahui karakter lalu lintas yang ada di ruas jalan eksisiting, sehingga tidak salah dalam melakukan analisis. Saat ini memang kondisi jaringan jalan di beberapa kota besar di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan, tapi bukan berarti hal ini menjadikan kita putus asa, dan langsung pindah ke luar negeri gan ! :P ckck. Nah coba misalnya agan ada dikerumunan seperti gambar di bawah ini, bagaimana perasaan agan..?
Gambar di atas mungkin masih potret kecil kondisi transportasi yang ada di kota besar Indonesia kali ya, sebab dari data statistik yang ada, ternyata Indonesia (Jakarta) berada di posisi ke-14 dari 20 kota termacet di dunia. Cukup bangga juga lah kita masuk daftar acara gan ! :P Untuk lebih jelasnya coba cek langsung di link berikut ! Yuuk mariii...

Lalu, bagaimana monorail bisa menjawab permasalahan transportasi tersebut ??
Sebenarnya, untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak dapat hanya dijelaskan dalam bentuk pernyataan, tapi harus dibuktikan dengan sebuah pemodelan ataupun kajian yang lebih mendalam. Tapi, mungkin saya tidak menjelaskan hal itu disini, berhubung akan memakan waktu dan tenaga yang banyak. Tapi kita mencoba membandingkan dengan sebuah logika sederhana, jika semua orang di perkotaan semakin lama semakin beralih menggunakan kendaraan pribadi, sementara kapasitas dari sebuah jaringan jalan yang tersedia terbatas, bahkan pertambahannya pun tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk dan pengguna kendaraan bermotor, maka yang terjadi adalah kemacetan di beberapa ruas jalan tersebut. Terlebih lagi saat ini 1 keluarga cenderung memiliki lebih dari 1 kendaraan pribadi, dan bayangkan saja jika dikalikan dengan jumlah keluarga yang ada di kota tersebut. Bisa jadi lautan mobil dan sepeda motor jika semua orang menggunakan kendaraan pribadi mereka. Untuk itu, perlu adanya sebuah moda transportasi yang dapat menampung kebutuhan perjalan yang ada di segmen jalan tersebut sehingga dapat mengurangi beban lalu lintas yang ada. 


Permasalahannya, apakah moda transportasi monorail memang benar-benar dapat menampung kebutuhan perjalan tersebut atau tidak ? Kita ambil contoh di Kota Bandung, sebab saat ini saya sedang kuliah di Bandung, sehingga mengambil contoh yang terdekat. Ada beberapa moda transportasi yang sudah tersedia saat ini, seperti angkutan kota (angkot) dan bus kota. Dilihat dari kapasitasnya memang ke dua angkutan umum ini cukup baik jika benar-benar digunakan dengan baik oleh masyarakat. Tapi apakah masyarakat mau menggunakan kendaraan umum tersebut atau tidak ? Bagaimana dengan faktor kenyamanannya, keamanannya, waktu tempuh, dan lain sebagainya. Nah hal ini yang akan menjadi pertimbangan juga bagi masyarakat perkotaan untuk menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Sehingga muncullah sebuah moda transportasi baru yang belum ada di Kota Bandung (tapi sudah banyak juga diterapkan di beberapa negara berkembang dan maju, seperti Malaysia, Singapura,Jepang, Amerika, dsb) yang berusaha menjawab kebutuhan tersebut. Ya sebut saja namanya "Monorail" ! (loh, koq jadi kayak berita terselubung gtu ya ! :D ).

Selain itu untuk perbandingan coba kita cek dengan detail subway yang rencananya akan digunakan di Jakarta, sebagai berikut :
Panjang : 13,5 km (Blok M-Kota)
Frekuensi : 5 menit (jam sibuk), 10 menit (di luar jam sibuk), 15 menit (malam hari)
Kapasitas Sistem : 45.000 penumpang/jam/ arah
Kecepatan maksimum : 85 km/jam
Kecepatan rata-rata : 35 km/jam
Waktu operasi : 18 jam (06.00-24.00)

Dari data di atas mungkin kita dapat sedikit memperkirakan bagaimana mesin tersebut beroperasi dan menampung mobilitas masyarakat. Mungkin ada yang lebih baik lagi yang dapat diterapkan, sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tapi ya intinya, Monorail tersebut juga harus didukung dengan kebijakan lainnya, seperti penerapan manajemen lalu lintas yang baik, serta penegakan hukum yang baik pula. Sehingga, wajar saja kalau dikatakan bahwa monorail bukan satu-satunya solusi untuk menjawab permasalahan transportasi di perkotaan.

Tapi yang jelas, semoga monorail di Indonesia tidak menjadi seperti gambar di bawah ini ya sobat ! :D




Nah mungkin segitu dulu yap ! Apapun itu, segala masukan sangat dihargai, dan semoga bermanfaat.. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Broken Wings

Dear all...
Today I would like to tell something about what we have ever heard, the phrase called "Broken Wings". As  usual human creature, we have some parts in our body like hands, feet, nose, ears, and eyes. But you know, there is something left that should never been told in the common world, yeah that's what we call "wings".
I imagine that everyone has their own wings to fly and also to chase their dreams. Where are they located on ? We believe that no body know about it, because it can not be seen but we can feel it sometimes. Have you ever felt like flying on the sky while you get some surprises, gifts or even just happy news  ?? Then could you imagine what makes you feel  flying high when you get your love ?? 

Maybe they are not planted at our shoulders or even our backs, but somewhere else we have never realized. It's like an imaginary thing we can't see how big they are or how strong they are. They keep growing up like the other body parts we have. As we know, our eyes have function to see the things aroung us, our hands to handle the jobs, our ears to hear the voices, our nose to breathe the air, our feet to move our body, and finally our wings to keep moving up and down.   

As what we feel in life, a pair of wings are connected to our soul each other, so that they can work together in harmony.  When you feel there is something wrong in your life, you feel down, then your wings will carry you up and bring you to leave all pains you have.  When you feel so glad or angry, then your wings will control your emotion by turning right and make it slow down.

Then, there is a big question if anyone can affect another one's. It means how big someone can influence wings of the other so that they can help them to spread their wings while they get trouble with their own. We can always break our wings caused by ourselves or even the others. When we know we can't fly because we realize that someone hit us with something unbearable then we are getting underpressure with this condition, and it's common if we need help of the others to unfold our wings. We are just human being who need the others to socialize and work together. It doesn't matter if you need someone to help you flying ahead rather that keeping youselves injured by the others or getting yourselves killed by the situation. 

We have to keep moving to survive in this cruel life. We don't want to let the others hurt us for a long time, and we need the others to help us fix all these broken wings, so that we can fly together to cover up our weakness and strengthen our existence. Perhaps what we are have nothing to do with what the others, because we are who we are, and we don't want to be dependent on the others, but we do believe that we can not be separated to the others.  We expect something will come to us at the right time, when we are down, and nothing we can do. But if we just sit behind the wall, protecting ourselves from what will come to us in the future, we wouldn't be able to fix these broken wings. We have to face the truth, and try to fix all injured part of our bodies and soul from this moment to get better things in the future. Look at the winds, breath the air, and feel how strong it is to support us and start flying. How shiny the sun, taste it to empower you fighting againts your fear. We need to move friend...! 

Just be brave and be careful with your wings..!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

12 Jembatan Konstruksi Terunik dan Terindah di Dunia

1. Jembatan Banpo (Korea Selatan) 

    Spesifikasi : Jembatan Air Mancur


Tanggal 9 September 2008, Jembatan Banpo di Seoul (Korea Selatan) menjalani operasi facelift besar-besaran: sebuah air mancur 10.000 selang yang membentang di kedua pinggirnya. Setelah dipasang, jembatan ini berubah menjadi atraksi turis besar, ketika jembatan ini menembakkan 190 ton air per menit menggunakan air sungai di bawahnya.




2. Jembatan Millau (Perancis)

    Spesifikasi: Jembatan Tertinggi di Dunia



Jembatan ini merupakan jenis cable-stayed bridge, setinggi 1.125 kaki di atas Lembah Tarn di selatan Perancis, mengarungi Jembatan Millau bisa dikatakan seperti terbang. Karya Foster & Partners ini sedikit lebih tinggi dari Menara Eiffel, memakan tiga tahun untuk pembangunan dan dibuka pada umum tahun 2004.

Selain memberikan pemandangan lembah di bawahnya, ketika awan terbentuk di bawah jembatan, Millau bukanlah rute bagi orang yang takut ketinggian! Jembatan
Millau memiliki panjang total 8.071 kaki dengan rentangan tunggal terpanjang 1.122 kaki dan kejelasan maksimum di bawah adalah 886 kaki; jadi jembatan ini sangat indah dalam bentuk miniatur ataupun bentuk aslinya.
Dek jembatan ditopang oleh 7 pilon dan berbobot 36.000 ton. 7 menara, masing-masing setinggi 292 kaki dan berbobot 700 ton, dipasang ke pilon penopang.


3. Henderson Waves (Singapura) 

    Klasifikasi : Jembatan Pejalan Kaki Terindah

Pada ketinggian 36 meter atau 12 tingkat dari permukaan jalan, jembatan ini merupakan jembatan pejalan kaki tertinggi di Singapura. Jembatan sepanjang 300 meter ini menghubungkan taman di Mount Faber dan Telok Blangah Hill.



4. Jembatan Teluk Hangzhou (Cina)

Klasifikasi : Jembatan Lintas Lautan Terpanjang di Dunia  

Melintasi Teluk Hangzhou berdirilah jembatan lintas lautan terpanjang di dunia, dengan panjang 35,673 kilometer (22 mil) dengan enam lajur jalan tol dua arah. Jembatan ini dibangun untuk menangani kemacetan lalu lintas di wilayah yang sedang berkembang pesat, memotong waktu tempuh antara Shanghai dan Ningbo dari empat jam menjadi 2,5 jam.


5. Rolling Bridge (Britania Raya)

    Klasifikasi : Jembatan yang dapat menggulung


Dirancang oleh Heatherwick Studio, Rolling Bridge pemenang penghargaan ini terletak di Paddington Basin, London. Daripada menggunakan mekanisme jembatan terbuka konvensional, yang terdiri dari elemen rigid tunggal yang naik untuk membolehkan kapal lewat, Rolling Bridge menggulung diri hingga dua ujungnya bertemu.


Ketika dalam posisi horizontal, jembatan ini merupakan jembatan pejalan kaki besi dan kayu normal; terbuka penuh, jembatan ini membentuk lingkaran di satu sisi yang berbeda dari posisi lurusnya. 
Dua belas meter panjangnya, jembatan ini dibuat oleh delapan bagian besi dan kayu, dan dibuat melengkung oleh tenaga hidrolik yang dipasang di handrail setiap bagian.
 


6. Jembatan Oliveira (Brazil)

    Klasifikasi : Jembatan kabel berbentuk X pertama di Dunia

Jembatan Octavio Frias de Oliveira yang melintasi Sungai Pinheiros di São Paulo, Brazil dibuka bulan Mei 2008. Setinggi 138 meter (450 kaki), dan menghubungkan Marginal Pinheiros dengan Jornalista Roberto Marinho Avenue. Desainnya unik dengan 2 dek melengkung melintas satu sama lain melalui menara penopang berbentuk X.



7.  Golden Gate Bridge (Amerika)

      Klasifikasi : Jembatan Bersuspensi




Jembatan ini menjadi icon atau landmark tersendiri bagi warga SanFransisco, USA. Jenis jembatan ini tergolong dalam jenis jembatan suspensi. Jembatan ini tergolong rumit dan bahkan orang-orang berpikiran jembatan ini mustahil terealisasikan. Jembatan ini memisahkan semenanjung San Fransisco dan Tanjung Marin. Konstruksi jembatan memakan waktu 4 tahun dan memakan biaya sekitar 27 juta US Dollar.
Warna Jembatan Golden Gate sebenarnya bukan merah, tapi Vermillion orange atau yang disebut sebagai orange international. Warna ini dipilih secara khusus sebab disesuaikan dan melengkapi warna langit/kabut  disekeliling jembatan tersebut.


8. Wind and Rain Bridge (Cina)

    Klasifikasi : Jembatan Bangsa Dong


Wind and Rain Bridge adalah simbol arsitektor bangsa minoritas Dong. Wind and Rain Bridhe di Diping adalah yang terbesar dalam jenisnya di Provinsi Guizhou, dimana komunitas Dong terbesar Cina menetap.
Jembatan ini sepanjang 50 meter dan pertama dibangun tahun 1894 selama Dinasti Qing 100 tahun yang lalu. Tetapi, struktur aslinya terbakar dalam kebakaran besar 1959 dan yang dilihat pengunjung saat ini adalah pembuatan ulangnya yang selesai tahun 1964.
Merupakan arsitektur kayu murni yang terdiri dari pilar, purlin dan baluster dalam berbagai ukuran dan bentuk. Badan jembatan terbagi menjadi tiga bagian, yang terbesar di tengah berbentuk menara drum Cina tradisional. Pilaster dan eave jembatan dihiasi dengan bunga dan pahatan dan jembatan ini sangat unik.



9. Tower Bridge (Britania Raya)

    Klasifikasi: Jembatan Victorian Paling Terkenal dan Terindah

Selesai tahun 1894 oleh Horace Jones dan Wolfe Barry. Tower Bridge (dinamai sesuai dua menara mencolok setinggi 141 kaki dan Tower of London di dekatnya) adalah salah satu markah tanah terkenal di London dan salah satu yang terindah di dunia.
Jembatan sepanjang 800 kaki ini memiliki spasi 28 kaki bila tertutup tapi terbuka di tengahnya hingga mencapai 140 kaki yang membolehkan kapal berlayar di Thames. Di hari-hari dimana barang lebih sering dipindahkan melalui laut daripada udara, jembatan ini dinaikkan sekitar 50 kali setiap harinya.
Tower Bridge menggunakan 432 pekerja yang membangunnya selama 8 tahun. Pada waktu itu mereka menenggelamkan 70.000 ton beton ke dalam 2 pier besar, menempatkan 2 struktur penopang ke tempatnya yang masing-masing berbobot 1.000 ton dan menghiasi seluruh jembatan dengan batu Portland dan granit Cornish untuk menutupi 11.000 ton besi di bawahnya.


10. Jembatan Air Magdeburg (Jerman)

      Klasifikasi : Jembatan Air Terbesar di Eropa

Jembatan Air Magdeburg menghubungkan bekas Jerman Timur dan Barat di Sungai Elbe, dan dibangun sebagai bagian dari proyek penyatuan kembali Jerman.
Sepanjang 1 km, jembatan air senilai 500 juta euro ini membolehkan kapal angkut sungai menghindari kanal panjang yang padat di sepanjang Elbe. Pengapalan sering terhadang di jembatan ini bila tanda air sungai berada di tingkat terendah.


11. Ponte Vecchio (Italia)

      Klasifikasi : Jembatan Tertua dan Terkenal

Ponte Vecchio di Florence adalah salah satu atraksi turis terkenal di Italia, dan dianggap sebagai jembatan lengkung batu tertua di Eropa, meskipun banyak bagian yang lebih tua. Sebenarnya dibangun dari kayu hingga akhirnya dihancurkan oleh banjir tahun 1333, dan dua belas tahun kemudian jembatan dibangun kembali menggunakan batu.
Terkenal karena banyak pertokoan, jembatan ini juga menjadi  rumah bagi setiap orang mulai pedagang dan tukang daging Abad Pertengahan hingga toko cinderamata dan penjual karya seni.


12. Khaju Bridge (Iran)

      Klasifikasi : Jembatan Bendung






Jembatan Khaju (Pol-e-Khajoo) di Isfahan, Iran, dibangun pada abad ke-17 oleh Shah Abbas II.Jembatan ini juga berfungsi sebagai bendungan, dengan pintu air di bawah lengkungan. Ketika pintu ditutup, tinggi muka air di belakang jembatan dinaikkan untuk mengairi taman-taman di sepanjang Sungai Zayandeh.

Jembatan Khoju memiliki dua cerita , ditandai dengan lengkungan berpotongan khas dihiasi dengan ubin berwarna kaya. Di tengah-tengah jembatan, ada dua paviliun besar, yang disebut Pangeran salon, yang awalnya diperuntukkan untuk Shah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Related Websites

Feedage Grade C rated My Zimbio
Preview on Feedage: jayaboard-gresik Add to My Yahoo! Add to Google! Add to AOL! Add to MSN Subscribe in NewsGator Online Add to Netvibes Subscribe in Pakeflakes Subscribe in Bloglines Add to Alesti RSS Reader Add to Feedage.com Groups Add to Windows Live iPing-it Add to Feedage RSS Alerts Add To Fwicki Add to Spoken to You d
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display BannerGoogle ping